Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2020

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2020

“Jika semua harta adalah racun maka zakat adalah penawarnya.

Jika seluruh umur adalah dosa maka takwa dan tobat adalah obatnya.

Jika seluruh bulan adalah noda maka Ramadan adalah pemutihnya.

Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menunaikan ibadah puasa.”

Polri Peduli Salurkan Bantuan Kepada Warga Desa Adi Luhur

Polri Peduli Salurkan Bantuan Kepada Warga Desa Adi Luhur

Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji
Kamis 23 April 2020

Polri peduli Covid-19 dengan memberikan paket sembako dan tali asih untuk masyarakat  di Desa Adi Luhur, Kabupaten Mesuji,

Pembagian bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Simpang Pematang  Kompol Yanto Dani bersama anggota lainnya, kali ini menargetkan pemberian bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak COvid-19 di desa Adi Luhur.

Adapun bantuan yang disalurkan kurang lebih sebanyak 15 paket yang berisi minyak goreng 1 Liter ,mie instant 10 Bungkus, dan beras sebanyak 10 kg.

“Alhamdulillah hari ini pemberian sembako kepada 15 Keluarga Penerima Manfat (KPM) berjalan lancar. Semoga kegiatan peduli Polri ini memberikan solusi manfaat bagi masyarakat yang tinggal di rumah agar tetap semangat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ungkap Kapolsek.

 

Selamat Hari Kartini

Selamat Hari Kartini

Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia.Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbulah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah. – R.A Kartini

Selamat Hari Kartini .

Wawancara Khusus Kadis PMD Kabupaten Mesuji

Wawancara Khusus Kadis PMD Kabupaten Mesuji

MESUJI. Dari Wuhan, pendemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) menyasar masyarakat dunia, tanpa terkecuali Kabupaten Mesuji. Dampak atas serangan virus ini, dengan cepat segera memaksa pemerintah menetapkan berbagai kebijakan di semua sektor. Lalu bagaimana dengan nasip desa?

Bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mesuji, Sunardi, SE, Deteksilampung.com mengupas persoalan ini secara tuntas (12/04).

Berikut petikan wawancaranya:

 

Terkait pencegahan Covid-19, Bagaimana nasib Dana Desa?

Jadi, berdasarkan arahan Presiden RI dan Surat Edaran Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kuangan, Menteri Desa dan Kapolri, maka Dana Desa (DD) di Kabupaten Mesuji segera dilakukan pergesaran terkait penanganan virus Corona.

Besarannya?

Besaran pergeseran itu ditentukan oleh masing-masing desa yang kemudian dituangkan dalam Rencana Anggara Belanja (RAB) dengan mempertimbangkan kesesuaian dan kebutuhan desa yang bersangkutan.

Ada implikasi atas perubahan itu?

Ya. Impilikasi atas perubahan itu adalah Pemerintahan Desa dengan sendirinya harus mengubah Rencana Kerja Pembangaunan (RKP) dan menetapkannya dalam Peraturan Desa tentang APB Desa Perubahan.

Siapa saja yang terlibat dalam proses ini?

Pergeseran alokasi DD harus melibatkan tenaga medis desa atau bidan desa atau Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM). Juga melibatkan Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Lokal Desa (PLD), Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI). Nah, dari hasil rincian RAB yang dihasilkan secara bersama itulah kemudian muncul kebutuhan desa terhadap penanggulangan Covid-19 di desa yang bersangkutan. RAB pergeseran itu selanjutnya kita akumulasi sebagai bagian dari lampiran Nota Dinas yang disampaikan PMD kepada bupati.

Apa kreteria alokasi yang boleh digeser?

Bisa dari fisik, bisa juga dari pemberdayaan, kecuali Padat Karya Tunai atau PKT.

PKT? Kenapa?

Sebab PKT adalah upaya lain pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Fisik yang boleh digeser juga adalah fisik yang harus dikerjakan secara khusus atau menggunakan teknologi tertentu. Misalnya, pembangunan jembatan atau gedung yang memerlukan tenaga ahli khusus.

 Bisa dijelaskan lebih rinci tentang PKT?

PKT atau Padat Karya Tunai adalah pekerjaan fisik yang tidak boleh diborongkan dan dipihaketigakan. Pekerjaan ini bersifat bisa dikerjakan oleh masyarakat awam dan harus dikejakan oleh masyarakt desa setempat dengan pembayaran sistem harian. Itulah kenapa, tadi saya katakan, PKT adalah upaya pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan kemiskinan di desa. Di Kabupaten Mesuji, dari 103 milyar alokasi DD, alokasi untuk PKT sebesar 81 milyar.

Terkait peran Bumdes dalam penanggulangan Covid-19, ada yang bisa disampaikan?

Untuk mengatisipasi krisis pangan akibat pandemi Corona yang tak menentu ini, pengelolaan Bumdes akan dialihkan sementara untuk membeli beras sebagai stok pangan desa. Hal ini kita lakukan sebagai antisipasi jika terjadi krisis pangan. Beras yang dibeli kita tekankan dalam skala lokalitas. Artinya, berasal dari dalam kabupaten Mesuji sendiri. Dengan demikian, harga gabah atau beras kita akan terjaga dan stabil. Hal ini sudah kita bicarakan dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan kita sepakat untuk itu. Pemerintahan desa juga sudah kita minta untuk mendata ulang masyarakatnya yang tidak menerima bantuan baik PKH, Rastrada atau sejenisnya sebagai dasar agar dapat dianggarkan melalui DD dengan alokasi yang bersifat Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dari mana sumber dananya?

Sumbernya diambil dari jumlah keseluruhan Dana Desa pada masing-masing desa dengan komposisi: DD dengan jumlah kurang dari Rp. 800 juta alokasi BLT-nya 10-15 persen, DD kisaran Rp. 800 juta hingga Rp. 1 Milyar alokasinya 15-20 persen dan DD kisaran Rp. 1 sampai Rp. 2 Milyar alokasinya 20-25 persen. Ini harus dilakukan sesuai surat edaran menteri.

Andai kemungkinan terburuk pandemi Covid-19 ini berlangsung lebih lama dari perkiraan, adakah kebijakan lain yang akan ditempuh?

Kalau pandemi Covid-19 ini ternyata lebih panjang dari perkiraan kita semula, maka dengan terpaksa semua alokasi pembangunan fisik dari Dana Desa di tahap 2 dan 3 akan ditiadakan.

Semuanya?

Ya. Semuanya.

Di sela-sela wawancara, Sunardi juga menyampaikan bahwa, terkait perubahan RKP dan Peraturan Desa tentang APB Desa Perubahan, beberapa desa sudah mulai selesai dan desa-desa yang belum akan segera menyusul secepatnya.

Pewawancara: Fajar

Mengutip laman media online deteksilampung.com

dengan link : https://deteksilampung.com/2020/04/14/wawancara-khusus-kadis-pmd-terkait-penanganan-covid-19/

SEJARAH HARI INI PERINGATAN HARI PERTAHANAN SIPIL (HANSIP) DI INDONESIA

SEJARAH HARI INI PERINGATAN HARI PERTAHANAN SIPIL (HANSIP) DI INDONESIA

Sejarah hari ini sebuah organisasi bernama Pertahanan Sipil atau biasa disingkat Hansip dibentuk oleh pemerintah Indonesia, tepatnya 57 tahun lalu pada tanggal 19 April 1962. Hansip juga dikenal di kalangan luas masyarakat dengan sebutan Linmas.Melansir dari laman depdagri.go.id, kehadiran Hansip di Indonesia ini bersamaan dengan adanya peristiwa perang kemerdekaan yang dibentuk atas dasar kehendak rakyat Indonesia.

 

Saat itu rakyat Indonesia ikut berpartisipasi aktif dengan membantu angkatan perang melalui Pertahanan Garis Belakang dalam bentuk penyelenggaraan keamanan rakyat.Setelah selesainya perang kemerdekaan secara formil, organisasi Hansip dibentuk di seluruh wilayah Republik Indonesia.Dasar hukum dari pembentukan milisi sipil yaitu berpacu pada Undang-undang no. 20 tahun 1982 yang berisi mengenai pokok-pokok kemanan dan pertahanan negara yang mengakui hak setiap warga negara untuk membela negara.

 

Lalu mengacu kepada Keputusan Presiden (Keppres) No. 55 tahun 1972, menyebutkan jika seluruh rakyat atas dasar kewajiban dan kehormatan dan sesuai dengan kemampuan individualnya wajib mengikuti segala usaha Pertahanan/Keamanan dan bersama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.Berdasarkan Keppres No. 55 tahun 1972, organisasi Pertahanan Sipil (Hansip) masuk dalam sistem Hankamrata yang merupakan komponen Hankam dan komplemen ABRI.

 

SEJARAH HARI INI Tepat 57 Tahun Lalu Pembentukan Hari Pertahanan Sipil (Hansip) di Indonesia
SEJARAH HARI INI Peringatan Hari Pertahanan Sipil (Hansip) di Indonesia, Kini Sudah Berusia 57 Tahun.
Tujuan dari pembentukan organisasi Hansip yaitu sebagai wadah yang yang senantiasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan, pemerintahan, penanggulangan bencana dan pengungsi, kegiatan bela negara, maupun penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

 

Keberadaan Hansip yang memiliki fungsi perlindungan masyarakat sebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan, mempunyai landasan yuridis yang kuat.

 

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul SEJARAH HARI INI Peringatan Hari Pertahanan Sipil (Hansip) di Indonesia, Kini Sudah Berusia 57 Tahun,

https://kaltim.tribunnews.com/2019/04/19/sejarah-hari-ini-peringatan-hari-pertahanan-sipil-hansip-di-indonesia-kini-sudah-berusia-57-tahun.