Sebanyak 172 Keluarga Penerima Manfat Desa Adi Luhur Tersalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Sebanyak 172 Keluarga Penerima Manfat Desa Adi Luhur Tersalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya Kabupaten Mesuji
Minggu 14 Juni 2020

Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Kabupaten Mesuji merilis perluasan data KKS sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimana sebanyak 172 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Adi Luhur terdaftar sebagai penerima Jaring Pengaman Sosial (JPS) tersebut.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah bantuan sosial pangan dalam bentuk non tunai dari pemerintah yang diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan/e-warong yang bekerjasama dengan bank.

Penyaluran bantuan pangan secara non tunai lewat BPNT mengacu pada 4 (empat) prinsip umum, yaitu:

  1. Mudah dijangkau dan digunakan oleh KPM.
  2. Memberikan lebih banyak pilihan dan kendali kepada KPM dalammemanfaatkan bantuan, kapan dan berapa banyak bahan pangan yang dibutuhkan. Juga termasuk kebebasan memilih jenis dan kualitas bahan pangan berdasarkan preferensi yang telah ditetapkan dalam program ini.
  3. Mendorong usaha eceran rakyat untuk memperoleh pelanggan dan peningkatan penghasilan dengan melayani KPM.
  4. Memberikan akses jasa keuangan kepada usaha eceran rakyat dan KPM.

 

sumber : https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10471

Siap menghadapi kenormalan baru!

Siap menghadapi kenormalan baru!

Selain terus menerapkan disiplin diri menaati protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan dengan sabun, penting bagi kita menyiapkan beberapa hal yang jadi ‘senjata’ ampuh pelindung diri, khususnya bagi para pejuang nafkah keluarga.
1. Masker cadangan dan kantung untuk masker habis pakai
2. Penyanitasi tangan (hand sanitizer), disinfektan semprot, dan sabun cair
3. Tisu basah dan tisu kering
4. Alat makan dan botol minum
5. Perlengkapan ibadah
6. Tas belanja (totebag)
7. Suplemen atau multivitamin untuk menambah stamina.
8. Helm pribadi bagi pengguna ojek.
Siap menghadapi kenormalan baru!
Sumber: BNPB
Syamsudin Resmi Jabat Sekda Mesuji

Syamsudin Resmi Jabat Sekda Mesuji

Bupati Mesuji, Saply TH, melantik Syamsudin sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Mesuji di Rumah Dinas Bupati di Desa Simpang Mesuji Kecamatan Simpang pematang, Kamis (4/6).

Dalam sambutannya Saply mengatakan, Penetapan Syamsudin sebagai Sekda, telah melalui proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kabupaten Mesuji, yang dilakukan beberapa waktu lalu, dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

“Perlu saya sampaikan, bahwa jabatan Sekda ini, memiliki peran yang vital dalam membantu Kepala Daerah menyusun kebijakan, serta membina hubungan kerja dengan dinas, lembaga teknis, dan unit pelaksana lainnya. Sehingga Sekda sebagai motor penggerak organisasi pemerintahan daerah. Untuk itu, saya minta agar dapat menjalankan peran dan fungsinya,” ungkap Saply.

Selain harus mampu mengemban seluruh aktivitas maupun tugas-tugas administratif, Sekda juga harus terus meningkatkan kemampuan dalam menyikapi teritorial dan penyelenggaraan otonomi daerah, serta mampu berkoordinasi dan berkomunikasi secara produktif, kepada seluruh institusi, baik internal maupun eksternal. Kita sepenuhnya harus menyadari bahwa tantangan tugas-tugas Pemerintah Kabupaten Mesuji di hari-hari mendatang akan semakin berat, terutama untuk memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat.

“Saya berpesan agar kepercayaan yang telah diberikan ini dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, serta selalu berikan teladan bagi Aparatur Sipil Negara lainnya. Pelantikan pada hari ini hendaknya dimaknai sebagai momentum langkah awal untuk memulai pelaksanaan tugas pemerintah daerah yang lebih baik, guna mendukung aktivitas pemerintah dalam menjalankan fungsinya, khususnya untuk menjalankan pelayanan yang tetap prima selama masa Kenormalan Baru ini,” Tegasnya.

Hadir dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji tersebut Kapolres Mesuji AKBP Alim, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, dan Kepala Bagian lingkup Pemerintah Kabupaten Mesuji

Sumber Berita : https://radarlampung.co.id/2020/06/04/sah-syamsudin-jabat-sekda-mesuji-definitif/

Himbauan Dinas PMD Kab. Mesuji

Himbauan Dinas PMD Kab. Mesuji

Salam Desa Membangun

Kompak “Tetap Menggunakan Masker”

Bersatu “Menjaga Kebersihan”

Maju “Bersama Perangi Corona”

“Seluruh desa agar tetap memantau masyarakat yang keluar atau masuk ke desa masing-masing”

Prosedur Standar Tatanan Baru (New Normal)

Prosedur Standar Tatanan Baru (New Normal)

Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal.

Menurutnya, tatanan baru ini perlu ada sebab hingga kini belum ditemukan vaksin definitif dengan standar internasional untuk pengobatan virus corona. Para ahli masih bekerja keras untuk mengembangkan dan menemukan vaksin agar bisa segera digunakan untuk pengendalian pandemi COVID-19. “Sekarang satu-satunya cara yang kita lakukan bukan dengan menyerah tidak melakukan apapun, melainkan kita harus jaga produktivitas kita agar dalam situasi seperti ini kita produktif namun aman dari COVID-19, sehingga diperlukan tatanan yang baru,” kata Achmad Yurianto dalam keterangannya di Graha BNPB, Kamis (28/5/2020).

Menurut Yuri, tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat inilah yang kemudian disebut sebagai new normal. Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman dan menghindari kerumunan.

Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik. “Siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat,” ujarnya.

Untuk merealisasikan skenario new normal, saat ini pemerintah telah menggandeng seluruh pihak terkait termasuk tokoh masyarakat, para ahli dan para pakar untuk merumuskan protokol atau SOP untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas kembali, tetapi tetap aman dari COVID-19.

Protokol ini bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga pendidikan dan keagamaan, tentu bergantung pada aspek epidemologi dari masing-masing daerah, sehingga penambahan kasus positif bisa ditekan.

Baca selengkapnya di artikel “Arti New Normal Indonesia: Tatanan Baru Beradaptasi dengan COVID-19”, https://tirto.id/fDB3